“Menembus 78 Ribu Pendaftar, Jalan Menuju Awardee LPDP”
Perjalanan menuju beasiswa LPDP dimulai ketika pertama
kali mendapatkan informasi dari media sosial Instagram. Dari sana, aku memberanikan diri untuk mencoba mendaftar pada LPDP Batch 1 tahun 2025. Saat
itu, aku tidak terlalu berharap untuk lolos, karena menyadari kemampuan yang
masih standar dan belum memiliki keunggulan lebih. Terlepas dari hasilnya, aku sudah menyiapkan langkah-langkah dan berbagai rencana ke depanya.
Salah satu cita-cita yang belum tercapai sejak SMA adalah
belajar bahasa Inggris di Pare, Kediri. Motivasi itu muncul dari dorongan
seorang guru. Beberapa kali aku sudah berencana berangkat ketika masih kuliah,
tetapi kesibukan perkuliahan, perlombaan dan organisasi membuat rencana itu tertunda.
Setelah lulus, aku kembali menyusun rencana itu, meski harus keluar dari zona
nyaman dan menunda studi. Dengan bermodalkan keberanian dan niat belajar, aku akhirnya berangkat sendiri ke Kampung Inggris Pare, tanpa banyak persiapan.
Di tempat itulah aku pertama kali mengikuti seleksi beasiswa
LPDP. Hasilnya, aku tidak memenuhi passing grade Batch 1 tahun 2025 karena
adanya kenaikan nilai ambang batas. Kekurangannya hanya 1 soal membuat aku tidak merasa kecewa, melainkan menjadikannya evaluasi besar bagi diri sendiri. Aku mulai belajar bahasa asing lebih serius, fokus mengejar TOEFL, menyiapkan
LoA, memperkuat portofolio, serta memperbaiki esai. Aku yakin, dengan fokus
pada tujuan, hasilnya pasti bisa diraih.
Pada tahun yang sama, LPDP kembali membuka pendaftaran Batch
2. Aku mencoba lagi dengan pondasi yang lebih kuat. Tetapi persiapan kali ini
kurang matang dan kurangnya dukungan internal, pada saat bersamaan aku menjalankan tanggung jawab sebagai fasilitator masyarakat dalam program
Kementerian Lingkungan. Prioritas itu membuat persiapan seleksi LPDP tidak
maksimal. Meski begitu, aku sudah memahami portofolio dan rencana kontribusi
dengan baik. Aku hanya memasrahkan diri pada sang pencipta, menjawab setiap
pertanyaan wawancara dengan yakin dan lugas.
Beberapa minggu kemudian, tibalah hari yang bersejarah. Malam
tanggal 27 November, ketika sedang santai bermain badminton, aku mendapat
kabar bahwa hasil seleksi sudah diumumkan. Dengan tenang aku membuka laman
resmi, dan sejenak terdiam melihat tulisan yang menyatakan Selamat Anda
Telah Lulus Seleksi Substansi. Aku memastikan kembali, dan ternyata benar.
Rasa syukur pun tak terbendung, karena akhirnya aku menjadi salah satu orang
terpilih.
Pada acara penyambutan, Direktur LPDP menyampaikan bahwa
tahun 2025 merupakan jumlah pendaftar terbanyak sepanjang sejarah, yakni 78.637
orang. Dari jumlah itu, hanya 4.211 orang yang diterima menurun dari tahun
sebelumnya. Hari demi hari berikutnya aku lalui dengan mempersiapkan dokumen
dari universitas dan LPDP untuk menuju tahap agenda wajib berikutnya yaitu Persiapan
Keberangkatan (PK).
Awal Februari, Hotel Acecia Jakarta menjadi tempat bersejarah
bagi aku, karena di sanalah saya resmi bergabung sebagai Awardee LPDP
PK-270 Makumi.
.jpeg)
0 Komentar