Apapun alasannya, hubungan dan aktivitas antara dosen dan mahasiswa dengan lawan jenis di ruang privat tanpa tujuan akademik jelas tidak bisa dibenarkan. Dalam perspektif psikologi persepsi, setiap stimulus dari pendidik akan membentuk respon pada mahasiswa. Jika stimulus berupa perilaku menyimpang, maka persepsi yang terbentuk adalah normalisasi penyalahgunaan kuasa. Seorang pendidik yang memiliki keluarga dan nama di publik seharusnya memberi stimulus positif yang melahirkan kepercayaan dan motivasi, bukan sebaliknya. Ketika tokoh akademik gagal menjaga integritas, yang rusak bukan hanya reputasi pribadi, tetapi juga persepsi kolektif tentang dunia pendidikan. Miris melihat pendidik dan tokoh publik yang seharusnya membimbing justru menyesatkan, sebab persepsi negatif ini akan menular dan menggerus harapan generasi muda.

0 Komentar